




%E3%81%A8%E5%AF%8C%E5%A3%AB%E5%B1%B1(%E3%81%B5%E3%81%98%E3%81%95%E3%82%93).jpg.webp)



%E3%81%A8%E5%AF%8C%E5%A3%AB%E5%B1%B1(%E3%81%B5%E3%81%98%E3%81%95%E3%82%93).jpg.webp)
%E3%81%A8%E5%AF%8C%E5%A3%AB%E5%B1%B1(%E3%81%B5%E3%81%98%E3%81%95%E3%82%93).jpg.webp)
Bulan Februari hingga Maret sering dianggap waktu nanggung untuk liburan ke Jepang. Padahal, periode ini justru dikenal sebagai late winter & early sakura, salah satu waktu favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati dua suasana sekaligus.
Di waktu ini, Jepang masih menyimpan nuansa musim dingin, tapi perlahan mulai menyambut musim semi.

Late winter adalah periode akhir musim dingin di Jepang, biasanya berlangsung dari Februari hingga awal Maret.
Ciri khasnya:
Periode ini cocok untuk wisatawan yang ingin merasakan musim dingin tanpa cuaca ekstrem.

Selain late winter, beberapa wilayah Jepang sudah mulai memasuki fase early sakura.
Early sakura biasanya:
Karena itu, pemilihan tanggal perjalanan menjadi sangat penting.

Tokyo tetap nyaman dikunjungi saat late winter. Aktivitas city tour, belanja, dan kuliner tetap berjalan normal dengan suhu yang sejuk.
Area sekitar Gunung Fuji sering menawarkan pemandangan salju tipis dengan latar alam yang indah. Cocok untuk day trip dari Tokyo.
Kawazu di Shizuoka terkenal sebagai spot early sakura paling populer, dengan bunga sakura berwarna pink cerah yang mekar lebih awal.
Beberapa alasan late winter & early sakura makin diminati:
Periode ini juga sering berdekatan dengan libur panjang, sehingga jadi incaran banyak traveler.
Perencanaan yang tepat akan membuat perjalanan lebih nyaman dan maksimal.
Late winter & early sakura adalah waktu ideal untuk menikmati Jepang dengan suasana yang lebih tenang.
Jika kamu berencana liburan ke Jepang di Februari–Maret, periode ini layak dipertimbangkan untuk pengalaman yang berbeda dan berkesan. Yuk atur liburan kamu ke Jepang bersama J-Trip!